pengobatan mioma uteri

4 Pilihan Untuk Pengobatan Mioma Uteri

Pilihan Pengobatan Mioma Uteri

Apa Itu Mioma Uteri ?

Mioma uteri merupakan suatu pertumbuhan massa atau daging dalam rahim atau bisa di luar rahim yang tidak termasuk atau bersifat ganas. Mioma berasal dari sel otot polos yang terdapat pada rahim dan pada beberapa kasus juga berasal dari otot polos pada pembuluh darah rahim. Jumlah dan ukuran mioma akan sangat bervariasi, terkadang juga ditemukan satu atau bahkan lebih dari satu.

Pada umumnya, mioma terletak pada dinding rahim dan bentuknya menonjol ke rongga endometrium atau pada permukaan rahim. Sebagian besar mioma tidak akan memiliki atau menimbulkan gejala di wanita usia 35 tahun, sedangkan sebagian kecil lainnya ditemukan dengan cara tidak sengaja sewaktu pemeriksaan rutin pada wanita usia yang sedang reproduksi atau usia subur.

Sebaiknya dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan dengan rutin, supaya mioma tidak berubah menjadi ganas. Pasalnya, mioma dapat menyebabkan keguguran dan bisa menjadi salah satu alasan tindakan pengangkatan rahim.

Mioma bisa berkembang menjadi ganas, dan kondisi tersebut dikenal dengan leiomiosarkoma. Walau begitu, kemungkinan mioma menjadi ganas cukup kecil. Mioma bisa menyebabkan komplikasi berupa torsi atau terpuntir, yang bisa menyebabkan gangguan sirkulasi akut, sehingga dapat mengakibatkan kematian jaringan.

Baca juga: Obat mioma alami dan ampuh!

Faktor Risiko Mioma Uteri

Beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko seseorang terserang mioma, antara lain:

  • Sudah berusia lebih dari 40 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga yang juga mengidap mioma.
  • Menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun.
  • Belum pernah hamil sebelumnya.
  • Berat badan yang berlebih atau obesitas.
  • Diet tinggi konsumsi daging merah, tetapi rendah makan sayuran hijau.
  • Kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol.
  • Kebiasaan merokok.
  • Penggunaan alat kontrasepsi dengan hormonal yang tinggi estrogen.
  • Keturunan Afrika-Amerika mempunyai kemungkinan 2,9 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ras Kaukasia.

Penyebab Mioma Uteri

Penyebab pasti terjadinya mioma masih belum bisa diketahui hingga dengan saat ini. Mioma akan menunjukan pertumbuhan secara maksimal pada selama masa reproduksi, yaitu saat sedang pengeluaran estrogen tinggi, sehingga akan cenderung lebih membesar ketika wanita sedang hamil dan mengecil sketika wanita sudah memasuki masa menopause. Beberapa penelitian lain juga menjelaskan bahwa masing-masing mioma bisa timbul dari satu sel ganas yang berada di antara otot-otot polos di pada rahim seorang wanita.

Penyebab terjadinya mioma sampai saat masih juga belum diketahui, meskipun faktor keturunan juga memungkinkan seseorang dalam terjangkit mioma. Beberapa penelitian mengatakan bahwa masing-masing mioma uteri muncul dari satu sel neoplasma soliter atau sel ganas yang berada pada otot polos miometrium.

Pertumbuhan mioma sangat erat kaitannya dengan hormon estrogen. Mioma makan enunjukkan pertumbuhan maksimal ketika selama reproduksi, yakni ketika pengeluaran estrogen sedang tinggi. Oleh karena itu, mioma akan cenderung membesar ketika Anda hamil dan mengecil kembali ketika masuk ke masa menopause.

Berikut ini merupakan beberapa faktor yang harus Anda cermati sehubungan dengan pertumbuhan mioma:

  • Usia penderita. Wanita kebanyakan mengalami mioma terjadi pada usia 40-an.
  • Hormon. Hormon estrogen yang dikatakan memiliki peran dalam pembentukan mioma.
  • Menstruasi. Wanita yang mendapatkan menstruasi pertama ketika sebelum memasuki usia 10 tahun cenderung lebih rentan untuk mengalami mioma.
  • Riwayat keluarga. Jika wanita memiliki keluarga menderita mioma uteri sebelumnya, maka risiko menderita mioma akan naik menjadi 2,5 kali dibandingkan mereka yang tidak memiliki garis keturunan yang menderita mioma.
  • Ras. Ternyata ras Afrika-Amerika memilikikemungkinan menderita mioma sebanyak 2,9 kali lebih tinggi dibandingkan wanita Kaukasia.
  • Berat badan. Suatu studi juga menyebutkan bahwa wanita mendapat kemungkinan menderita mioma uteri sebesar 21% untuk setiap kenaikan 10 kg berat badan, yang diikuti peningkatan indeks massa tubuh.
  • Diet. Peningkatan konsumsi daging merah diyakini juga bisa turut menaikkan risiko mioma. Sebaliknya, konsumsi sayuran hijau bisa menurunkan risiko mioma uteri.
  • Kehamilan. Wanita yang sudah pernah memiliki anak akan cenderung lebih jarang mengalami mioma.
  • ¬†Merokok. Kebiasaan ini juga bisa memperbesar risiko mioma.
Baca juga: Kenali beberapa fakta Miom, Disini!
Gejala Mioma Uteri

Pada umumnya, mioma tidak akan gejala yang disadari pengidapnya. Beberapa gejala umum terjadia atau dirasakan, adalah:

    • Menstruasi pada jumlah banyak.
    • Perut terasa kembung, penuh dan membesar.
    • Nyeri panggul kronik berkepanjangan dan tidak kunjung sembuh. Nyeri bisa muncul ketika sedang menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau ketika terjadi penekanan pada area panggul. Rasa nyeri ini terjadi karena terpuntirnya mioma yang bertangkai, pelebaran leher rahim akibat karena desakan mioma, atau kematian sel dari mioma.
    • Gangguan berkemih. Terjadi akibat ukuran mioma yang sudah besar kemudian menekan saluran kemih, sehingga akan menyebabkan frekuensi kemih yang cukup sering.
    • Konstipasi. Gejala ini terjadi karena ukuran mioma yang menekan bagian bawah usus besar, yang mengakibatkan menjadi sulitnya BAB.
    • Keluarnya mioma melalui leher rahim. Biasanya disertai dengan gejala nyeri yang sangat hebat sehingga menyebabkan luka, dan ada kemungkinan terjadi infeksi.
    • Penimbunan cairan pada rongga perut.
    • Dan sebagainya.

Diagnosis Mioma Uteri

Dokter akan mendiagnosis mioma diawali dengan cara melakukan wawancara medis lengkap terkait dengan gejala dan riwayat kesehatan pengidap dan keluarga. Pada tahap lanjutan, dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik yang menyeluruh, terutama pada bagian rahim, dengan cara bimanual yaitu untuk menemukan suatu tumor pada rahim. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan penunjang yang sesuai, bisa berupa ultrasonografi dan magnetic resonance imaging (MRI) untuk memastikan lokasi serta ukuran tumor tersebut.

Pengobatan Mioma Uteri

Pengobatan mioma uteri bisa dilakukan sesuai dengan gejala yang telah dirasakan, seperti pemberian antinyeri yang berupa parasetamol. Apabila mengalami perdarahan yang banyak, jangan tunda lagi untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Selain itu, ada beberapa pilihan pengobatan mioma uteri, yaitu:

  • Pemberian anti-nyeri yang berupa obat parasetamol.
  • Pemeriksaan fisik dan USG, yang harus diulangi pada setiap 6 hingga 8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan mioma, baik ukuran maupun jumlah. Jika pertumbuhannya stabil, pengidap diobservasi pada setiap 3-4 bulan.
  • Pengobatan melalui terapi hormonal, dengan cara menggunakan preparat progestin atau gonadotropin-releasing hormone¬†(GnRH).
  • Prosedur miomektomi, adalah prosedur pembedahan bertujuan untuk mengangkat mioma. Prosedur ini dipertimbangkan apabila seorang wanita masih berusia muda dan juga masih ingin memiliki anak lagi. Kemungkinan mioma tumbuh lagi setelah miomektomi berkisar antara 20-25 persen. Setelah operasi, pengidap disarankan agar menunda kehamilan selama kurang lebih 4-6 bulan, karena rahim masih dalam keadaan rapuh.
  • Prosedur histerektomi, yaitu prosedur operasi bertujuan mengangkat rahim. Prosedur ini wajib dipertimbangkan terlebih dahulu oleh pasien karena wanita sudah tidak bisa hamil setelahnya. Namun, bagi mereka yang kerap merasakan gejala nyeri yang juga tidak kunjung sembuh, dan mengalami pertumbuhan mioma yang berulang meski sudah menjalani operasi, sangat disarankan untuk melakukannya.

Pencegahan Mioma Uteri

Beberapa langkah yang bisa Anda tempuh untuk mencegah mioma, antara lain:

  • Melakukan olahraga dan juga aktivitas fisik secara rutin dan teratur.
  • Menggunakan alat kontrasepsi hormonal dengan pengawasan dokter.
  • Menghindari kebiasaan merokok serta minum minuman beralkohol.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Menjalani pola makan yang sehat yang tinggi serat dari sayur serta buah, dan menghindari pola makan yang tinggi lemak dan tinggi gula.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala contohnya seperti nyeri panggul yang tidak hilang, menstruasi dalam waktu lama dan terasa begitu menyakitkan, terdapat bercak atau darah secara tiba-tiba tapi bukan masa menstruasi, kesulitan mengosongkan kandung kemih, perdarahan yang parah dari vagina, atau nyeri panggul yang datang secara tiba-tiba, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan menjalani pemeriksaan dan memastikan penanganan lebih lanjut.

Baca juga :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *